Berita

Pengalaman Tim WastLy SMA 1 Magetan di GYS ASEAN Singapura 2022

33Views

Namanya Muhammad Hanif Annabawi gemar dipanggil “Hanif”, seorang siswa SMAN 1 Magetan yang tidak pernah menyangka bisa mengikuti lomba yang diselenggarakan di luar negeri. Apalagi dia tidak didampingi oleh orang tua, dan hanya bersama guru pembimbing dari SMAN 1 Magetan yang bernama Pak Eko Adri dan beserta kepala sekolah yaitu Bapak Supardi.  Ia mengaku terbilang nekat untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan di salah satu negara ASEAN yaitu Singapura.

Ia tidak mempunyai  basic sebagai anak IPA yang kebanyakan lomba seperti ini diikuti oleh anak IPA, ia hanya anak IPS yang nekat mengikuti ini.  Hanya bermodalkan Bahasa inggris yang ia kuasai.  Hanif tergabung dalam kelompok di lomba ini bernama “Wastly” yang beranggotakan Ghefira, Fahril, dan Lintang. Kelompoknya bukan membuat sebuah teknologi yang banyak dibuat oleh kelompok lain, tetapi membuat inovasi yaitu mereka membuat dompet, sampul buku, dan  bersama teman-teman berangkat pada tanggal 22 November,

Perjalanan dengan bus  dari Surabaya menuju Singapura ditempuh selama 2 setengah jam. Sesampainya di Changi, Hanif mengaku bahwa keadaan sangatlah megah. Dengan pemandangan bandara Changi yang sangat cantik dan terburu-buru menuju langsung ke hotel. Keesokannya, hari dimana  event dibuka,  Hanif mengira bahwa acara akan diselenggarakan di ruangan tertutup,  tetapi ternyata di ruangan terbuka. Hanif menganggap itu bukan masalah besar, karena mungkin faktor dari Covid-19 yang jika diselenggarakan di dalam ruangan maka mereka harus menggunakan masker dan akan ketat dengan prokes. Acara diselenggarakan di latar dari Wisma Geylang Serai, Singapore. Hanif harus mengikuti jadwal yang sangat padat, acara mulai pagi hingga menjelang magrib harus dia jalani dengan ketat.

Alhamdulillah, kelompok Hanif mendapatkan posisi sebagai Finalis (Harapan 1) pada kompetisi GYS 2023 ini. Setelah kompetisi yang panjang, dilanjutkan dengan  dance performance, dari SMAN 1 Magetan sendiri mengusung tari yang bernama “Wonderful Nusantara”. Mereka menampilkan berbagai macam tarian tradisional dari nusantara secara metley. Setelah rangkaian acara dilaksanakan, panitia mengajak mereka untuk berkeliling mengenal singapura menggunakan MRT ( Mass Rapid Transportation) atau Bus.  Hanif mengaku, perjalanan lomba kali ini tidak terasa seperti lomba, melainkan tamasya.  Banyak sekali kenangan dan pengalaman yang tidak bisa terlupakan bahkan hingga ia tua, bertemu teman baru dan keluarga baru pula dari beberapa negara ASEAN.

Anak laki-laki yang ada di foto tersebut di atas bernama Fahril Nazar Al Nori. Dia merupakan murid SMAN 1 Magetan kelas XI IPS 2. Pada bulan November 2022, dia mengikuti kompetisi Global Youth Summit yang diselenggarakan di Singapura dengan guru pendamping Pak Eko serta Kepala Sekolah Bapak Supardi .  Event GYS  merupakan kompetisi yang diikuti oleh negara-negara ASEAN untuk berupaya membawa dunia ini menjadi lebih hijau. Dalam perlombaan tersebut terdapat berbagai macam acara yang seru.

Pada awalnya Fahril ragu untuk mengikuti kompetisi ini, ada beberapa hal yang membuatnya ragu yaitu biaya yang tidak sedikit, mengingat acara tersebut diadakan di luar negeri dan negara yang menjadi tuan rumah merupakan negara maju. Kemudian hal yang membuatnya ragu adalah dia merupakan anak IPS bukan anak IPA, dimana hal tentang inovasi lingkungan seperti itu sangat kental dunia IPA, maka dari itu dia merasa minder. Dan yang terakhir adalah Fahril merupakan anak yang pemalu dan anak yang makannya sulit, dia awalnya merasa ragu untuk berbicara di forum yang dihadiri dari berbagai macam negara dan menggunakan bahasa inggris, serta takut apabila makanannya tidak cocok dengan lidahnya.

Alhamdulillah dengan izin Allah SWT dan doa restu dari kedua orang tuanya , Tim Fahril yaitu Wastly mendapatkan juara harapan satu. Walaupun bukan juara satu, dua maupun tiga, Fahril sudah sangat bangga atas perjuangannya yang mengingat sebelumnya dia sama sekali belum pernah mengikuti kompetisi, dan sekali mengikuti kompetisi langsung di tingkat internasional dan mendapat juara harapan satu, hal tersebut sudah lebih dari cukup untuknya.

Selain mendapat juara, banyak sekali manfaat baginya setelah mengikuti acara ini yaitu experience jalan-jalan dengan teman untuk mengeksplor negara orang,  mencoba makanan baru, mengenal budaya asing, berlatih hidup mandiri, mengimprove bahasa inggris, menambah wawasan, serta yang paling penting adalah mendapat teman baru untuk menambah relasi,. Saat mengikuti GYS , dia mendapat teman baru berasal dari Amerika yang seumuran dengannya, dia berharap dengan membangun relasi dengannya dapat membantu dia untuk mencapai cita-citanya untuk kuliah di Amerika.  Amin Ya Robb!

Menurut dia tahun 2022 merupakan tahun yang ajaib, karena dia masih ingat sekali saat masih duduk di kelas 7 SMP, dia berharap bisa ke Singapura sampai dia hafal lagu kebangsaan Singapura, dan Allah SWT ternyata mengabulkan perkataannya pada tahun 2022 ini.

Akhirnya dia tanya kepada kedua orangtuanya untuk mengikuti kompetsisi tersebut dan ternyata orang tuanya mengizinkan dan memberikan restu kepadanya. Segala persiapanpun lancar dari membuat paspor hingga saat kompetisi dilaksanakan. Dia serta kelompoknya Wastly beroptimis untuk bisa menjadi juara. Dia dan kelompoknya hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan untuk mempersiapkan kompetisi, mulai dari mencari ide, membuat produk, mencari materi presentasi, dan melatih bahasa Inggris untuk presentasi.

Namun tidak hanya itu, siswa siswi dari SMASA MAGETAN mempersembahkan sebuah tarian untuk performance di acara tersebut, dan latihan tersebut tidaklah mudah dan membutuhkan waktu. Dia serta murid yang lainnya harus pintar-pintar mengatur waktunya. Tidak jarang Fahril dan kelompoknya pulang sampai jam setengah dua belas malam.

Haripun tiba untuk berangkat ke Singapura. Saat sampai Singapura dia sangatlah senang karena selama ini dia hanya bisa melihat bandara Changi di Channel National Geographic. Ini merupakan perjalanan ke luar negeri yang pertama baginya. Terdapat satu malam yang tidak bisa dia lupakan, yaitu ketika pergi mencari makan malam di Clarke Quay dan kemudian menyusuri Singapore River dengan bernyanyi bersama tanpa beban pikiran dan berfoto yang akhirnya berakhir di patung Merlion.

Namun saat hampir sampai di patung Merlion, mereka ber-enam kehujanan dan kemudian menggunakan payung untuk enam orang tersebut. Kenangan tersebut tidak akan pernah dia lupakan sampai menghembuskan nafas terakhir.

Foto gadis di atas itu adalah Ghefira Maitsa Zahira atau yang kerap disapa Ghefira berasal dari SMAN 1 Magetan membagikan pengalaman menarik yang tidak akan terlupakan olehnya. Tidak pernah ada di dalam benak seorang Ghefira untuk bisa mengikuti sebuah ajang perlombaan yang acaranya diselenggarakan di Singapore. Lomba yang pesertanya diikuti oleh beberapa negara tidak membuat Ghefira mudah menyerah. Tekadnya yang kuat serta didukung oleh potensi dalam dirinya, membuatnya tetap percaya diri dalam mengikuti lomba Global Youth Summit.

Perlombaan yang diadakan di Singapore berlangsung selama 4 hari.  Pembukaan Global Youth Summit diadakan pada tanggal 23 Dsember. Pada acara pembukaan ini, Ghefira dan teman teman diberi kesempatan untuk saling berkenalan dengan peserta lain yang berasal dari berbagai negara. Ghefira yang memang sangat suka untuk membentuk relasi tentunya sangat menikmati rangkaian acara pada pembukaan Global Youth Summit.

Sementara pada hari kedua, perlombaan pun dimulai. Seluruh peserta mempresentasikan produk inovasi yang mereka buat dengan sebaik mungkin. Begitu juga dengan Ghefira beserta kelompoknya, mereka bahkan menyempatkan waktu untuk berlatih pada malam hari di lobby hotel. Hari itu memang sangat mendebarkan bagi Ghefira, bagaimanapun juga ia harus memberikan yang terbaik untuk kelompoknya.

Hal yang tidak pernah disangka oleh Ghefira ternyata terjadi. Kelompok Wastly masuk ke babak final dan mendapatkan Juara Harapan 1. Hal tersebut tentunya sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ghefira dan kelompoknya. Usaha yang telah mereka lakukan membuahkan hasil yang membahagiakan. Terimakasih tentu Ghefira ucapkan untuk kedua orang tua yang telah memberikan dukungan.

Selain itu terimakasih juga Ghefira ucapkan kepada Bapak Eko selaku pembina serta Bapak Supardi selaku kepala sekolah yang telah mendampingi serta memberikan bimbingan yang baik. Tidak lupa juga Ghefira berterimakasih kepada teman satu kelompoknya karena sudah mau bekerjasama serta memberikan yang terbaik.


Cowok terakhir yang ganteng ini bernama  Lintang Sakti Chafie Ananda, biasa  dipanggil “Lintang”, adalah siswa SMAN 1 Magetan. Ini merupakan pengalaman Lintang pertama kali baginya ke luar negeri untuk berkompetisi. Dia berniat sangat kuat untuk mengikuti perlombaan ini bersama 3 teman-temannya,.

Lintang  tergabung dalam kelompok bernama “Wastly”. Mereka membuat sebuah inovasi yang tidak banyak dibuat oleh kelompok lain, yaitu mereka membuat dompet, sampul buku, dan card holder berbahan dasar plastik. Sampah plastik yang berserakan di sungai, trotoar dan lainnya, mereka kumpulkan menjadi satu, lalu mengolah nya menjadi sebuah produk kerajinan berbahan dasar plastik, keren bukan.

Hari pertama dimulai, Lintang dan temannya menuju ke Venue Hotel, dimana tempat mereka akan melakukan presentasi. Lintang mulai berkenalan dengan teman-teman dari luar negeri maupun teman dari dalam negeri juga, mereka melakukan sharing tentang banyak hal. Hari itu Lintang menyebut nya Hari Seminar, karena seharian mereka mengikuti serangkaian acara seminar dari panitia Global Youth Summit. Bertemu dengan orang-orang baru yang hebat adalah sebuah pelajaran yang luar biasa baginya.

“Wastly” mendapatkan nominasi Finalist di Global Youth Summit kali ini, kelompok P.A.S.E mendapat kan Juara 3, Lintang sangat senang akan itu. “Meskipun kelompok kami belum bisa mendapat nominasi juara, tetapi kami bangga telah memperkenalkan ide kami pada event ini, diharapkan dengan ini semua, tumbuh kesadaran masyarakat akan penting nya mengelola sampah.” Ucap Lintang.

Singapore 2023

Eko Adri Wahyudiono
Guru SMA 1 Magetan, Jawa Timur

4 Komentar

Tinggalkan Balasan