Guru Magetan Menulis

Saat Robot Mengambil Alih Peran Guru

415Views

Oleh : Eko Adri Wahyudiono

Jika ada pertanyaan, apakah kita para guru siap jika suatu saat Robot akan mengambil alih peran kita sebagai guru di dalam kelas? Apapun jawaban anda pastilah dianggap tidak penting jika masa itu akan tiba. Namun jangan terburu panik dulu, karena masa itu kapan datangnya, kita semua tidak akan tahu.

Apabila mencermati perkembangan tehnologi yang semakin cepat di era revolusi industri 4.0 yang sangat cepat di masa sekarang ini di mana semua teknologi mau tidak mau akan saling terkoneksi satu dengan lainnya. Saya yakin dan meramalkan bahwa saat era revolusi industri 5.0. ,pasti lah akan berhubungan dengan masalah hubungan sosial antar masyarakat dunia.

Saat itu, hubungan antar manusia sudah tidak perlu lagi untuk bertatap muka secara langsung, melainkan hanya hadir dalam bentuk Hologram dalam suatu pertemuan atau transaksi melalui aplikasi Video call ataupun aplikasi sejenis lainnya.

Sebelum membahas lebih dalam, coba kita simak, apa sih Robot itu?. Jika kita cari di Google, pastilah disebutkan bahwa definisi Robot itu adalah  seperangkat alat mekanik yang bisa melakukan tugas fisik, baik dengan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan).

Istilah robot itu sendiri berasal dari bahasa Ceko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan.
Saat saya berkesempatan untuk mengunjungi pabrik mobil Toyota di Fukuoka, Jepang dan pabrik mobil KIA di Provinsi Gwangju, Korea Selatan akhir tahun lalu, terlihat jelas bahwa penggunaan tenaga robot tidak sebanding dengan jumlah manusia yang bekerja disitu. Semua sudah otomasi. Mulai dari Pemasangan suku cadang, pengelasan, pengecatan dan lain sebagainya. Tak heran kecepatan produksi menjadi meningkat sehingga pabrik mobil sudah dimasukkan dalam kategori manufacturer, yaitu pabrik dengan tipikal mass production (Produksi secara massal dalam waktu singkat seperti makanan atau barang kecil lainnya ).

Demikian juga saat saya mengikuti festival lomba robotik di Jepang akhir tahun 2019, semua sudah menggunakan bahasa Program robotik untuk semua jenis robot baik untuk transportasi, pemilahan, analisa data dan lain sebagainya. Semua robot itu bahkan sudah dipakai di Eropa. Saya lihat sendiri saat di Paris, subway atau kereta bawah tanah, tidak ada masinis yang menjalankannya, atau shuttle train di Bangkok atau bandara, juga tidak ada masinis atau kondekturnya. Semuanya sudah diatur secara sistematis oleh komputer dan peran manusia di situ hanya bertugas sebagai pengawasnya dengan memonitor semua aktifitas melalui kamera CCTV yang banyak terpasang di setiap sudut gedung atau bagian.

Nah, bagaimana jika robot Artificial Intelligence (A.I) atau kecerdasan buatan ini dibuat dan mengajar menjadi guru dengan difasilitasi suara serta bisa bergerak seperti manusia untuk mengajar di kelas? Anda jangan bilang tidak mungkin dulu akan hal itu. Coba anda semua cermati robot seperti manusia yang sudah pernah dibuat yaitu ASIMO, dari Honda. Robot yang bisa berjalan, naik sepeda, bisa dimintai keterangan dan fungsi lainnya.

Sebagai info, saat ini, pengembangan robot Asimo ini dihentikan dengan tidak ada penjelasan secara mendetil. Lagi, anda mungkin tahu robot AIBO, yaitu pengembangan robot dari Sony inc. Juga dibuat seperti manusia (Humanoid) dengan ukuran yang lebih kecil. Saat ini juga sedang dikembangkan dalam bentuk hewan anjing, kucing dan vaccum cleaner di rumah. Belum lagi yaitu Drone, pesawat tanpa awak yang sedang banyak diproduksi yang terutama untuk tugas militer. Semua sudah serba otomatis dan berkembang cepat.

Sebagai gambaran saat ini, guru bukanlah satu satunya sumber materi pembelajaran bagi murid di satu sekolah, bahkan dengan surfing melalui google, semua soal serta permasalahan pelajaran bisa di dapatkan oleh murid, Jadi saat kita tanya nama Ibukota suatu Negara, Google lebih cepat mengetahui daripada guru, serta informasi lainnya.

Itu hanya satu kasus kecil dalam proses transfer ilmu pada para murid di sekolah. Katakanlah, satu robot dikirim di kelas, mengajar murid dengan mengaktifkan remote untuk suara, kamera visual untuk melihat murid dan guru cukup mengajar dari ruang guru melalui remote untuk mengajar jarak jauh. Asyiik kan? Apalagi satu guru bisa mengajar untuk banyak kelas melalui robot yang sudah diprogram itu.

Akan tetapi, itu semua tidak semudah membalik telapak tangan. Saya berpendapat dan yakin bahwa teknologi semaju apapun, entah dalam dunia robotik ataupun search engine seperti google dan lain sebagainya, sampai kapanpun TIDAK akan pernah bisa menggantikan peranan guru di setiap sekolah.

Negara semaju apapun, jika tidak mau memberdayakan peranan guru mereka di sekolah, niscaya Negara itu cepat atau lambat akan hancur secara moral. Para Guru adalah garda terdepan untuk  Moral Force (Pasukan penjaga moral) bagi anak didik. Ada hal hal tertentu dari sisi kemanusiaan yang para robot atau A.I (kecerdasan buatan) tidak pernah bisa mempunyainya.

Apakah hal itu?

Karena sekolah adalah lembaga bagaimana cara mengajar manusia oleh manusia untuk memanusiakan manusia lainnya dengan cara yang manusiawi agar kelak murid murid semua menjadi manusia yang berkarakter, beriman, beraqlak mulia dan bertanggung jawab. Murid murid tanpa guru, mereka tidak akan pernah bisa mendidik diri mereka sendiri di masa depannya. Apakah robot punya rasa empati atau simpati pada para peserta didik?  Apakah robot bisa memberikan apresiasi pada murid? atau Apakah robot bisa memberikan motivasi pada murid tentang perjuangan menuntut ilmu dan menghadapi permasalahan hidup ini ? Jawabannya secara tegas adalah TIDAK. Oleh karena itu, mari kita hilangkan rasa kekawatiran kita sebagai guru yang tidak mendasar dan berlebihan itu bila peranan kita sebagai guru akan diambil alih oleh para robot.

Saat ini, justru yang sedang ramai adalah Robot humanoid yang berperan sebagi istri atau suami di rumah. Untuk itu, bagi Anda yang sudah menikah, itu saja yang perlu Anda kawatirkan, yaitu pengganti pasangan anda oleh robot. Jangan sampai terjadi pada suami atau istri Anda berselingkuh dengan robot, ya !

Salam Guru Robo
Osaka 2020

Eko Adri Wahyudiono
Guru SMA 1 Magetan, Jawa Timur

Tinggalkan Balasan